Diambil dari kisah nyata, sebuah film yang berjudul “hachiko: A dog’s story “ yang bercerita tentang seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Odate. Ia terus dikenal sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikannya. Setelah majikannya meninggal, Hachiko terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di stasiun shibuya, Tokyo. Kisah yang diceritakan kembali oleh Lasse Hallstrom., dengan alur yang sedikit berbeda, namun tetap pada inti yang sama.
Kisah tentang Hachiko seekor anjing yang ditemiui oleh Professor Willson di stasiun kereta api Bedridge,Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi dan pulang bekerja. Tak tega melihanya, Parker membawanya pulang. Pada awalnya Paker tidak bermaksud unuk memeliharanya, tetapi sulit untuk mencari seseorang yang mau memeliharanya, dan rumah penampungan hewan tidak bsa menampungnnya lagi, akhirnya Parker memutuskan untuk memeliharannya dan memberi nama Hachi.Dan tiada hari yang dilewati tanpa bermain dengan Hachi.
Suatu hai ketika Hachi beranjak dewasa, tanpa disadari Parker, Hachi selalu mengantarkan Parker berangkat kekantor, sampai didepan stasiun kereta api tempat ia biasa pergi dan pulang bekerja. Dan begitu juga saat Parker pulang Hachi selalu menunggunya, tepat setiap jam 5 sore, didawah jam besar yang berada didepan stasiun itu. Kebiasaan Hachi telah dikenal orang-oang disekitar stasiun iu, sehinga setiap Hachi menjemput Parker , orang-orang disebelah stasiun itu selalu menyapa Hachi dan saying padanya.
Suatu ketika Parker berngkat bekerja, yang pada mulanya Hachi tidak mau diajak bermain lempar bola , tiba-iba hachi mengajak parker bermain lempar bola. Hal itu meninggalkan kesan tersendiri bagi parker.
Namun sayang, ternyata hari itu hari terakhir Hachi bertemu Parker. Parker meninggal saat dia mengajar dikelas. Parker terkena serangan jantung. Mekipun parker telah meninggal, namun Hachi tetap menunggunya. Setiap jam 5 sore Hachi tetap menjemputnya dan menunggunya, tetapi hal itu tidak akan membuat parker kembali.
Setelah beberapa hari meninggalnuya Parker, istrinya memutuskkan untuk tinggal bersama anaknya yang sudah menikah, dia bernama Cate dan suaminya bermama Andy. Dan waktu itu Hachi juga diajak pindah, namun itu tidak merubah kebiasaan Hachi yang selalu menjemput Parker pada pukul jam 5 sore. Pada pagi hari Cate dan Andy menjemput Hachi di stasiu, dan akhirnya Hachi dibawa pulang lagi.
Andy merasa tidak mau mengekang Hachi, akhirnya Andy membiarkan Hachi melakukan kebiasaannya. Sejak itu tepat 10 tahun Hachi, tanpa mengenal musim panas maupun dingin hachi tetap menunggu parker ditaman depan stasiun itu, setelah malam tiba , hachi tidur dibawah gerbong kereta api. Hachi biasa hidup hanya dari belas kasihan orang-orang disebelah stasiun kereta api itu. Setelah 10 thun Hachi meninggal tepat dimna ia menunggu Parker selama ini.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar